
MEMPAWAH — Halaman Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispussip) Kabupaten Mempawah tampak meriah dan penuh antusiasme pada Rabu, 4 November 2026. Di tempat inilah ajang bergengsi Festival Literasi Kabupaten Mempawah Tahun 2026 secara resmi dibuka oleh Bupati Mempawah, Hj. Dr. Erlina, S.H., M.H.
Festival Literasi Kabupaten Mempawah Tahun 2026 secara resmi dibuka oleh Bupati Mempawah, Hj. Dr. Erlina, S.H., M.H.
MEMPAWAH — Halaman Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispussip) Kabupaten Mempawah tampak meriah dan penuh antusiasme pada Rabu, 4 November 2026. Di tempat inilah ajang bergengsi Festival Literasi Kabupaten Mempawah Tahun 2026 secara resmi dibuka oleh Bupati Mempawah, Hj. Dr. Erlina, S.H., M.H.
Mengusung tema besar “Penguatan Literasi, Mewujudkan Mempawah Cerdas, Kreatif, dan Berdaya Saing”, perhelatan ini dihadirkan sebagai wadah strategis untuk merawat kebiasaan membaca, memperluas wawasan, sekaligus mentransformasikan perpustakaan menjadi pusat pembelajaran sepanjang hayat bagi seluruh lapisan masyarakat.
Dalam sambutannya di hadapan ratusan peserta dan tamu undangan, Bupati Erlina menekankan bahwa literasi kini memegang peranan yang sangat krusial. Di tengah gempuran teknologi, arus globalisasi, and derasnya informasi digital, makna literasi telah bergeser jauh melampaui kemampuan konvensional membaca dan menulis.
“Masyarakat literat adalah masyarakat yang mampu memilah informasi, bijak menggunakan teknologi, dan produktif dalam berkarya,” tegas Erlina.
Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Mempawah berkomitmen penuh untuk terus mendongkrak indeks literasi daerah. Langkah ini dinilai sebagai fondasi utama dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) Mempawah yang berkualitas, kritis, adaptif, serta siap menghadapi berbagai tantangan zaman. Erlina juga berpesan agar festival ini tidak sekadar menjadi agenda seremonial tahunan, melainkan mampu memantik dampak nyata bagi tumbuh kembangnya daya cipta masyarakat.
“Dengan semangat kolaborasi, marilah kita jadikan Festival Literasi ini sebagai momentum kebangkitan budaya baca dan daya cipta masyarakat Mempawah,” ajaknya penuh semangat.
Sementara itu, Ketua Panitia yang juga menjabat sebagai Kepala Dispussip Kabupaten Mempawah, Drs. Suwanda, M.Si
, dalam laporannya memaparkan bahwa festival ini dirancang untuk mendekatkan perpustakaan kepada masyarakat luas.
Kemeriahan Festival Literasi 2026 ini kian istimewa karena melibatkan partisipasi aktif dari berbagai elemen lintas sektor. Hadir dalam kegiatan tersebut unsur akademisi terkemuka, di antaranya Rektor IAIN Pontianak, Prof. Dr. H. Wajidi Sayadi, M.Ag., perwakilan Forum Indonesia Menulis, Bunda Literasi Kabupaten Mempawah, jajaran TP PKK, Dharma Wanita, hingga para pelajar dari tingkat PAUD hingga perguruan tinggi.
Tidak hanya itu, kemeriahan acara juga didukung penuh oleh kehadiran komunitas literasi, para pegiat budaya, sanggar seni, komunitas kreatif, Stand UMKM, Bazar Buku Gramedia serta penampilan memukau dari grup musik lokal. Ragam kegiatan yang dihadirkan ini menjadi bukti nyata bahwa literasi merangkum seluruh aspek kreativitas—mulai dari mengolah pengetahuan, mengekspresikan gagasan, hingga melahirkan karya seni yang positif.
Melalui sinergi dan kolaborasi yang kuat ini, Dispussip Kabupaten Mempawah berharap gaung literasi dapat terus hidup membakar semangat warga, mencetak generasi yang cerdas, inovatif, serta berdaya saing tinggi untuk Mempawah yang lebih maju.